Tujuan dan Fungsi Filsafat

0
152

thinkSecara umum dapat dikatakan bahwa tujuan pendek dan langsung setiap ilmu ialah agar manusia mengetahui pelbagai masalah yang dibahas di dalamnya, dan memuaskan hasrat kodrati setiap orang dalam memahami dan mengetahui kebenaran. Karena, salah satu naluri paling dasar manusia adalah naluri mencari kebenaran atau keingintahuan yang tak berhingga dan tak terpuaskan. Pemuasan naluri ini akan memenuhi salah satu kebutuhan jiwa. Walaupun tidak semua orang mempunyai naluri ini dalam tingkat gelora dan aktivitas yang sama, ia tidak akan sepenuhnya lenyap dan hilang.

Pada galibnya, setiap ilmu juga memiliki pelbagai manfaat tak langsung yang sedemikian rupa berpengaruh terhadap dimensi material dan spiritual hidup manusia, selain juga membantu pemuasan hasrat kodrati dan keinginan fitrahnya. Sebagai contoh, ilmu-ilmu alam memudahkan upaya-upaya pemanfaatan alam secara lebih maksimal dan peningkatan kesejahteraan jasmani manusia dan, dengan satu perantara, ia terkait dengan kehidupan alami dan hewani manusia. Matematika memiliki dua perantara untuk mencapai tujuan-tujuan seperti di atas, kendatipun ia dalam bentuk lain memengaruhi kehidupan spiritual dan dimensi ruhani manusia, yaitu saat matematika bergerak seiring dengan pengetahuan-pengetahuan filosofis, ketuhanan, juga penghayatan spiritual dan hati, dan saat ia menampilkan fenomena-fenomena alam sebagai tanda-tanda kekuasaan, keagungan, kebijaksanaan, dan kasih-sayang Tuhan.

Hubungan ilmu-ilmu kefilsafatan dengan dimensi-dimensi spiritual dan ruhani manusia lebih dekat ketimbang hubungan ilmu-ilmu alam dengannya. Bahkan, seperti telah digarisbawahi, ilmu-ilmu alam berhubungan dengan dimensi maknawi manusia dengan bantuan ilmu-ilmu kefilsafatan. Hubungan ini tampak begitu menonjol dalam teologi, psikologi filosofis, dan filsafat etika, karena dengan filsafat ketuhanan (teologi) kita mengenal Tuhan yang Mahatinggi berikut sifat-sifat keindahan dan keagungan-Nya dan mempersiapkan diri kita untuk berhubungan dengan sumber pengetahuan, kekuasaan, dan keindahan yang tak berhingga; dengan psikologi filosofis kita menjadi lebih mudah mengetahui ruh beserta sifat-sifatnya, menarik kesadaran kita lebih intim dengan esensi kemanusiaan, memperluas cakrawala pandang kita terhadap hakikat diri sendiri, dan menuntun kita untuk melampaui alam fisik serta kerangka ruang dan waktu. Juga, dengan psikologi filosofis, kita memahami bahwa hidup manusia tidak terbatas pada medan sempit dan gelap kehidupan duniawi dan material. Demikian dengan filsafat etika dan ilmu akhlak, kita mengenal lebih cermat cara-cara umum menyucikan diri dan menghiasi ruh serta meraih kebahagiaan abadi dan kesempurnaan puncak.

Baca juga :   Esensi Masalah Filsafat

Akan tetapi, dalam rangka memperoleh semua pengetahuan berharga dan tak-tergantikan itu, diperlukan pemecahan masalah-masalah epistemologi dan ontologi. Oleh karena itu, filsafat pertama adalah kunci khazanah kaya dan tak terkira yang menjanjikan kebahagiaan dan keuntungan abadi. Itulah akar penuh berkah syajarah tayyibah yang membuahkan aneka kebajikan spiritual, kebijakan intelektual, kesempurnaan ruhani dan Ilahi yang tak habis-habisnya. Dengan demikian, ia berperan sangat besar dalam menyiapkan landasan bagi penyempurnaan dan ketinggian derajat manusia.

Selain itu, filsafat juga membantu manusia menghalau waswas setan, menyanggah paham-paham materialisme dan ateisme, menjaga seseorang dari penyimpangan berpikir dan macam-macam jerat yang menjatuhkan, melindunginya dengan senjata pamungkas di arena adu gagasan dan membuatnya mampu membela pandangan dan aliran yang benar sekaligus menyerang pemikiran keliru dan aliran menyimpang.

Demikianlah, selain secara unik berperan positif dan membangun, filsafat juga mengambil peran ofensif dan defensif yang tak tertandingi. Pada kenyataannya, pengaruh ilmu ini luar biasa kuat dalam penyebaran budaya Islam dan penggusuran kebudayaan-kebudayaan anti-Islam.

(Visited 83 times, 1 visits today)

Leave a reply