Taqiah

0
90

Imam Baqir as berkata, “Taqiyah dari agamaku dan agama ayah-ayahku. Barangsiapa yang tidak bertaqiyah berarti tidak memiliki iman.”[1]
2. Imam Baqir as berkata, “Taqiyah terkait dengan kasus-kasus darurat dan orang yang bertaqiyah harus lebih mengetahui kapan kondisi darurat terjadi.”[2]
3. Imam Baqir as berkata, “Apa yang lebih indah dimataku selain taqiyah? Sesungguhnya taqiyah merupakan perisai seorang mukmin.”[3]
4. Imam Baqir as berkata, “Sesungguhnya taqiyah hanya dilakukan untuk mencegah mengalirnya darah. Bila telah sampai pada masalah darah, maka di situ sudah tidak ada taqiyah.”[4]
5. Imam Shadiq as berkata, “Bila masalah kemunculan Imam Mahdi af semakin dekat, maka taqiyah juga menjadi semakin kuat.”[5]
6. Imam Shadiq as berkata, “Taqiyah adalah perisai antara Allah dan makhluk-Nya.”[6]
7. Imam Baqir as berkata, “Bila penguasa bersikap kekanak-kanakan, maka berlakulah secara lahiriah seperti masyarakat dan menentang perbuatan itu di dalam batin.”[7]
Sumber: Vajeh-haye Akhlak az Ushul Kafi, Ibrahim Pishvai Malayeri, 1380 Hs, cet 6, Qom, Entesharat Daftar Tablighat-e Eslami.
[1] . Bab at-Taqiyah, hadis 12.
[2] . Ibid, hadis 13.
[3] . Ibid, hadis 14.
[4] . Ibid, hadis 16.
[5] . Ibid, hadis 17.
[6] . Ibid, hadis 19.
[7] . Ibid, hadis 20.

(Visited 32 times, 1 visits today)
Baca juga :   Hadis Akhlak Ushul Kafi (Bagian Pertama)
Tagstaqiah

Leave a reply