Siapakah Nabi Khidir? Nama Asli, Maqam, Mukjizat, dan Usianya

0
34

STUDISYIAH.COM–Sebelumnya perlu ditegaskan bahwa dalam Al-Quran tidak disebutkan secara eksplisit nama Nabi Khidir melainkan dengan redaksi begini:

Seorang hamba di antara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (QS. Al-Kahfi [18]:65).

Ayat ini menjelaskan kedudukan penghambaan, keilmuan dan pengetahuan khusus seorang hamba itu. Ia berperan sebagai pengajar Nabi Musa a.s. Dalam banyak riwayat, sosok hamba berilmu khusus atau guru ini disebut dengan nama Khidir.

Nabi Khidir adalah seorang alim ilahi yang telah mendapatkan rahmat khusus dari Allah SWT, mendapat tugas pada wilayah batin dan sistem penciptaan semesta. Ia mengetahui sebagian dari rahasia-rahasia penciptaan. Dari satu sisi, Nabi Khidir adalah guru Nabi Musa bin Imran a.s., meski dalam beberapa sisi, Nabi Musa a.s. lebih unggul dari Nabi Khidir a.s.

Dari sebagian riwayat dan redaksi literal sebagian ayat Al-Quran dapat disimpulkan bahwa Nabi Khidir memiliki maqam kenabian, termasuk dari para nabi yang diutus Allah SWT kepada kaumnya untuk menyeru mereka kepada tauhid dan pengakuan terhadap para nabi, rasul dan kitab-kitab samawi.

Sebuah masjid bernama Masjid Khidir di kota Qom, Iran

Mukjizatnya adalah kapan saja ia menghendaki, sesuai dengan izin Ilahi, kayu kering atau tanah kering menjadi segar, rimbun dan hijau, maka kehendak ini akan segera terlaksana. Karena itu, Nabi Khidir disebut sebagai Khidr (bermakna hijau) dan gelarnya adalah Khidir. Nama asli Nabi Khidir adalah Talia bin Malik bin Abir bin Arfak h syad bin Sam bin Nuh.

Terkait usia panjang Nabi Khidir, silakan mencermati riwayat dari Imam Shadiq a.s. yang dikutip sebagai berikut:

Baca juga :   Mengenal Tuhan, apakah Harus? Ini Dalil-dalilnya

“Adapun hamba saleh Tuhan, Khidir, Allah SWT telah memanjangkan usianya bukan untuk kerasulannya, juga bukan untuk kitab yang diturunkan kepadanya atau dengan perantaranya dan syariatnya, kemudian menganulir (nasakh) syariat nabi sebelumnya, juga bukan karena imamah yang mengharuskan para hamba-Nya mengikutinya, juga bukan karena ketaatan yang diwajibkan Tuhan bagi para hamba kepadanya, melainkan Allah Maha Pencipta menghendaki usia Imam Al-Qaim (Imam Mahdi a.s.) menjadi sangat panjang pada masa keaibannya dan mengetahui bahwa para hamba-Nya akan mempersoalkan dan mempertanyakan usianya, maka Allah SWT memanjangkan usia hamba saleh-Nya (Khidir) sehingga, dengan usianya yang panjang itu, dapat dijadikan sebagai dasar argumentasi dan keserupaan dengan usia Imam Mahdi. Dengan demikian, kritik para penentang dan orang-orang yang berpikir kotor dapat digugurkan.” [1]

Tidak ada orang Muslim yang ragu bahwa Nabi Khidir a.s. masih hidup dan sekarang ini berusia lebih dari enam ribu tahun. [2] [IQuest]

Referensi:
[1] . Kamâl al-Din, jil. 3, hal. 357. Bihâr al-Anwâr, jil. 51, hal. 222.

[2] . Yaum al-Khalâsh, hal. 157. Diadaptasi dari Pertanyaan 14397 (Site: 14198)

(Visited 8 times, 1 visits today)

Leave a reply