Cara-Mengerjakan-Shalat-TahajjudOleh: Seyed Mofed Hosseini

Kenapa mengenal diri dikatakan sebagai paling bermanfaatnya pengetahuan ?
انفع المعارف معرفة النفس ؛
Dan kenapa mengenal diri disebut sebagai induk dari semua pengetahuan?
ام المعارف معرفة النفس؛
Kenapa tanpa pengenalan diri mengenal Tuhan tidak bisa dicapai?
من عرف نفسه فقد عرف ربه
“Siapa yang mengenal dirinya maka pasti mengenal Tuhannya”
Dan kenapa kelalaian terhadap Tuhan berakibat kelalaian terhadap diri ?
ولا تكونوا كالذين نسواالله فانساهم انفسهم ؛
Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri..” (Al-Hasyr 19)
Kenapa orang yang merugi adalah yang telah kehilangan dirinya?
قل ان الخاسرين الذين خسروا انفسهم ؛
“Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri ..” (Al-Zumar 15)

Semua pertanyaan ini ketika difahami secara dalam bahwa ada garis merah antara manusia dengan yang selainnya
Manusia dengan benda-benda mati (abiotik) memiliki karakteristik matrial yang sama sedangkan dengan makhluk biotik seperti hewan dan pepohonan kesamaannya adalah didalam kecenderungan instingnya, pada makhluk-makhluk ini, ada yang tidak memiliki kehendak, atau tidak punya pengetahuan dan atau tidak memiliki ikhtiyar, namun manusia berbeda dari semua, merupakan wujud yang berikhtiyar seluruh eksistensinya bukan fisikal tapi terdapat unsur fundamental lainnya yaitu ruh ilahi, terbentuk dari sentuhan unsur spiritual

Ruh manusia merupakan cakrawala tak terbatas, tak terpuaskan, pencari kemahaan nilai, ilmu, kekayaan, kekuatan, kedudukan, kesejahteraan, kecintaan dan lain-lain…Ruh spiritual ini dengan selalu mengingat Allah swt tidak akan pernah mati selalu aktif bergerak yang telah Allah tiupkan dalam wujudnya. Siapapun yang lalai terhadap hakikat fitrahnya berupa kecenderungan untuk meraih kesempurnaan maka tidak akan pernah bisa mencapai kepada Tuhannya Yang Maha Absolut. Dan yang paling berbahaya di alam semesta ini adalah menganggap mampu untuk sampai kepada selain Allah swt dan merasa puas dan tenang tanpa-Nya, padahal hanya dengan Allah swt ketenangan hati bisa didapatkan,

Baca juga :   Falsafah Penciptaan Manusia

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Al-Ra’d 28)

(Visited 33 times, 1 visits today)
Tags: ,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*