Apakah Islam Jadi Sempurna dengan Adanya Filsafat dan Logika?

0
18

STUDISYIAH.COM–Sebagai fakta sejarah tak dapat dipungkiri bahwa karya-karya filosof Yunani seperti Plato, Aristoteles, dan Plotinus, turut berkontribusi untuk kemajuan ilmu pengetahuan Muslimin. Namun, kadangkala ini disalahpahami sehingga sebagian orang berpikir bahwa segala yang ada dalam filsafat Yunani dapat ditemukan dalam ayat-ayat kitab suci Islam dan ucapan-ucapan nabi dan para imam suci a.s. Anggapan ini lantas dijadikan pijakan untuk meyakini bahwa, pada dasarnya, filsafat tidak diperlukan untuk dipelajari. Sebagian justru sebaliknya menyimpulkan bawha filsafat Yunani sesungguhnya telah berjasa dalam menyempurnakan Islam.

Perlu ditegaskan bahwa penjelasan-penjelasan agama, yaitu Al-Quran dan sunnah Nabi SAW, mencakup ajaran-ajaran yang berkenaan dengan keyakinan baik secara global maupun detail. Akan tetapi, penjelasan-penjelasan ini, karena ditujukan untuk semua kalangan manusia baik yang pandai maupun yang tidak, telah disesuaikan kadarnya dengan pemahaman masyarakat umum.

Ajaran-ajaran Islam telah dijelaskan sesederhana mungkin sehingga dapat dipahami oleh siapapun. Dengan demikian, jika kita ingin mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam lagi, yakni jika kita ingin mendalami ajaran Islam, maka kita harus mengadakan kajian-kajian ilmiah lainnya.

Keberadaan penjelasan-penjelasan agama seputar ketuhanan dan masalah lainnya tidaklah menyebabkan kita sudah cukup dari pengetahuan Islam yang paling dalam. Kita tetap membutuhkan ilmu lain sebagai sarana pendalaman pemahaman. Ilmu lain juga seperti filsafat Yunani, misalnya Ilmu Kalam, yaitu ilmu yang menghimpun dalil-dalil tekstual agama yang terdapat dalam Al-Quran dan hadis membahas berbagai masalah keyakinan dan akidah. Untuk mendalami ajaran Al-Quran dan hadis, kita juga sangat memerlukan ilmu ini.

Adapun jika ada sebagian kalangan yang berpikir bahwa filsafat Yunani telah berjasa dalam menyempurnakan Islam, andai saja kenyataannya memang demikian, itu artinya Islam agama yang tidak sempurna lalu filsafat datang menyempurnakan kekurangan tersebut. Hanya saja kenyataan yang sebenarnya tidaklah seperti ini.

Baca juga :   Pengertian Teknis Filsafat

Tidak adanya suatu ilmu dalam Islam bukan berarti keberadaannya telah menyempurnakan ajaran tersebut. Misalnya, kita menyadari bahwa tanpa memiliki logika yang benar dan menguasai ilmu logika, kita tidak dapat memahami ajaran-ajaran Islam dengan benar lalu menjelaskannya kepada orang lain. Lalu apakah keberadaan ilmu Logika merupakan penyempurna bagi ajaran Islam?

Contoh lainnya, kita tahu bahwa tanpa menguasai ilmu Ushul Fiqih, kita tidak dapat memahami hukum-hukum Fiqih dengan benar lalu menghukumi sesuatu sesuai hukum-hukum tersebut. Lalu, apakah keberadaan ilmu Ushul Fiqih merupakan penyempurna bagi Islam? Tidak.

Keberadaan ilmu Logika dan ilmu Ushul Fiqih bagi ajaran Islam ibarat jalan yang dilewati dalam rangka memahami ajaran tersebut. Jelas sekali bahwa keberadaan jalan tidak dapat disebut sebagai penyempurna.

Sumber: Muhammad husain Thabathaba’i, Islam va Insan-e Mu’asher, Qom, 1379 HS.

(Visited 41 times, 1 visits today)

Leave a reply