Dalil Akal sebagai Sumber Hukum َAgama

0
90

STUDISYIAH.COM–Dalil akal atau argumen rasional tergolong salah satu sumber utama agama. Yang dmaksud dengan dalil akal di sini ialah bahwa akal manusia bisa mengetahui dengan pasti beberapa hal dan dapat melakukan penilaian terhadapnya. Maka, jika seandainya pun kita tidak menemukan dalil yang tegas dalam Al-Quran dan Sunnah bahwa perbuatan-perbuatan zalim, khianat, dusta, membunuh, mencuri, dan merampas hak orang lain adalah perbuatan haram, terlarang, kita tetap akan mengharamkan perbuatan-perbuatan tersebut, sebab demikianlah penilaian akal kita.

Kita yakin sepenuhnya bahwa Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana itu pasti memutuskan hal yang sama dan tidak akan pernah menyetujui perbuatan-perbuatan tersebut. Ini cukup menjadi hujjah Ilahi atas kita.

Sementara itu, Al-Quran penuh dengan ayat-ayat yang menyatakan pentingnya akal dan argumentasi rasional. Al-Quran mengajak orang-orang yang berakal agar mengamati tanda-tanda kebesaran Tuhan di langit dan bumi sebagai cara menyeru ke jalan tauhid.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta perselisihan malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (QS. Al Imran, 190).

Pada kesempatan lain, Al-Quran menganggap bahwa tujuan dari penjelasan tanda-tanda kebesaran Tuhan ialah untuk menambah kemampuan daya tangkap manusia.

“Lihatlah bagaimana Kami datangkan silih berganti tanda-tanda kebesaran supaya mereka mengerti” (QS. Al-An’am, 65).

Al-Quran juga menyeru semua umat manusia agar membedakan kebaikan dari keburukan. Untuk itu, hendaknya menggunakan kekuatan berpikir.

“Katakan, apakah sama antara orang buta dengan orang melihat? Apakah kamu tidak berpikir?” (QS. Al- An’am, 50).

“Sesungguhnya sejelek-jeleknya makhluk di sisi Allah adalah tuli, bisu, yang tidak berpikir” (QS. Al-Anfal, 22).

Dan masih banyak lagi ayat-ayat lainnya yang serupa. Dengan penegasan yang sedemikian kuat tentang peran dan fungsi akal, bagaimana mungkin kita dapat mengabaikan peran akal dan tidak mendudukkannya pada posisi yang semestinya.

Baca juga :   Kekuatan dan Efek Cinta

Sumber: Nashir Makarim Syirazi, I’tiqade-ma, Qom, 1375 HS.

(Visited 53 times, 1 visits today)

Leave a reply