Bulan Rajab; dari Kelahiran Imam Baqir Hingga Hari Mab’ats!

0
53

bulan rajab
Rasulullah saw pernah bersabda, “bulan Rajab adalah bulan Allah yang besar dan bulan kemuliaan. Di dalam bulan ini perang dengan orang kafir diharamkan. Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadan adalah bulan umatku.”

Ya, Rajab adalah bulan yang mulia dan suci. Banyak peristiwa-peristiwa agung yang terjadi di bulan ini. Seperti kelahiran maupun kesyahidan para imam, peristiwa Isra’ Mi’raj, Hari Bi’tsah (pegangkatan) Nabi Muhammad saw. Berikut beberapa peristiwa besar yang terjadi di bulan Allah ini:

1. Kelahiran Imam Muhammad Baqir as

Tanggal 1 Rajab 57 Hijriah, Imam Muhammad Baqir as lahir di Madinah. Beliau adalah anak dari Imam Ali Zainal Abidin as dan Fathimah binti Hasan. Imam Muhammad Baqir as adalah imam ke-lima yang terkenal dengan keilmuan dan ketakwaannya. Gelar beliau, yakni al-Baqir, bermakna penyingkap dan pembelah serta penyebar ilmu. Ketika masih berumur empat tahun, beliau telah merasakan duka yang tak terperi ketika beliau menyaksikan keluarganya dibantai, sedang beliau sendiri diarak dari Karbala hingga Syam bersama ayah dan kerabat beliau yang lain.

2. Imam Ali Hadi as Wafat

Pada hari Senin tanggal 3 Rajab tahun 254 Hijriah, Imam ke-sepuluh, Imam Ali bin Muhammad al-Hadi an-Naqi as wafat. Beliau mereguk cawan syahadah setelah diracun Mu’tamad Abbasi, raja dinasti Abbasiyah di waktu itu. Beliau menjadi menjadi imam, ketika masih berumur 8 tahun. Kepemimpinan beliau berlangsung hingga beliau wafat dalam usia 42 tahun. Makam beliau berada di Samarra’, Irak.

3. Putra Ka’bah Lahir

Pada hari Jumat, 13 Rajab, tepatnya 23 tahun sebelum hijrah, lahirlah dari keluarga Abu Thalib seorang bayi mulia yang menyinari kota Makkah dan alam semesta dunia.

Baca juga :   Nahj al-Balāghah: Pedoman Sastra Utama

Ketika paman Nabi saw yang bernama Abbas bin Abu Thalib sedang duduk santai bersama seorang lelaki yang bernama Qu’nab, datanglah Fatimah binti Asad untuk melakukan tawaf di sekeliling Ka’bah dan memanjatkan doa ke hadirat Allah SWT. Pandangan matanya tertuju ke langit sambil bermunajat kepada-Nya dengan penuh khusyuk.

Dalam doanya itu ia berkata, “Ketahuilah wahai Tuhanku, sesungguhnya aku beriman kepada-Mu dan kepada semua yang datang dari sisi-Mu, yaitu para rasul dan kitab-kitab yang dibawa oleh mereka. Sesungguhnya aku membenarkan seruan kakekku Ibrahim Al-Khalil as. Dialah yang membangun kembali Ka’bah yang mulia ini. Maka demi orang yang telah membangun Ka’bah ini, dan demi janin yang ada dalam kandunganku ini, aku memohon pada-Mu; mudahkanlah kelahirannya.”

Tidak lama setelah itu, terjadilah peristiwa yang sangat menakjubkan, pertanda bahwa Allah SWT telah mengabulkan doanya. Di saat itu, tembok Ka’bah terbelah sehingga Fatimah binti Asad bisa masuk ke dalamnya, setelah itu tertutup kembali. Peristiwa yang sangat aneh dan menakjubkan itu membuat semua orang yang menyaksikannya terheran-heran. Abbas bin Abu Thalib yang juga turut menyaksikan kejadian tersebut langsung pulang ke rumah untuk mengabarkan kejadian tersebut kepada keluarga dan kerabatnya, lalu kembali lagi ke Ka’bah bersama beberapa orang wanita untuk membantu kelahiran janin Fatimah itu. Namun, mereka hanya mampu mengelilingi Ka’bah, tanpa bisa masuk ke dalamnya. Seluruh penduduk kota Makkah tetap dalam kebingungan sambil menanti Fatimah keluar.

Empat hari kemudian, barulah Fatimah keluar dari dalam Ka’bah sambil menimang putranya yang baru saja lahir. Orang-orang bertanya-tanya tentang nama bayi mulia itu, Fatimah menjawab, “Namanya adalah Ali.”

Demikianlah kelahiran Imam Ali as yang serba menakjubkan itu.

Baca juga :   Ali bin Abi Thalib di Mata Sufi Pertama, Hasan Al Bashri

Semenjak masih dalam susuan, Ali tumbuh besar dan terdidik di dalam rumah Nabi saw. Pada salah satu khutbahnya yang terhimpun dalam Nahjul Balaghah, Ali pernah menuturkan, “Ketika aku masih kecil, beliau saw membaringkanku di tempat tidurnya, mendekapku dengan penuh kasih-sayang, dan mengunyahkan makanan untuk disuapkan ke mulutku.”

4. Mab’ats: Hari Pengangkatan Nabi Muhammad saw

Tanggal 27 Rajab adalah tanggal yang akan dikenang umat islam selamanya. Pada tanggal ini, Muhammad bin Abdullah saw diutus sebagai nabi dan rasul bagi umat manusia. Pada waktu itu Nabi saw berumur 40 tahun, 13 tahun sebelum hijrah. Pada tanggal ini juga, Isra’ Mi’raj terjadi. Banyak riwayat yang menekankan pentingnya menghidupkan malam dan hari mab’ats ini. Untuk mengetahui amalan-amalan pada malam dan hari bi’tsah ini, Anda dapat merujuk pada kitab Mafatih al-Jinan.

Selain peristiwa-peristiwa di atas, terdapat peristiwa-peristiwa penting lainnya, seperti: Haul Sayyidah Zainab binti Ali as (25 Rajab), milad Imam Muhammad al-Jawad as (20 Rajab), dan haul Imam Musa Kadzim (25 Rajab).

(Visited 68 times, 1 visits today)

Leave a reply