Ayat Kursi: Satu Ayat atau Tiga Ayat?

0
26

STUDISYIAH.COM–Siapa yang tidak kenal dengan Ayat Kursi. Tidak hapal saja sudah keterlaluan. Itu saking penting dan besarnya kedudukan ayat ini. Dalam setiap wirid setelah salat fardu, ayat Kursi salah satu yang utama dibaca. Ia juga dianjurkan untuk baca setelah berwudu, sebelum tidur, saat akan keluar rumah, sebelum bepergian, dan saat menghadapi masalah.

Dalam riwayat, ayat Kursi adalah Pemimpin (sayyidah) ayat-ayat Alquran. Ia jatuh di surah Al-Baqarah [2]: 255, mengandung sifat-sfat kemuliaan dan keindahan Allah: kemahaesaan, kemahahidupan, kemahakayaan, kemahatahuan, kemahakuasaan, kemahapenguasaan atas alam semesta. Dinamai ayat Kursi karena di dalamnya terdapat kata Kursi. Nama ini sudah dikenal sejak masa hidup Nabi SAW.

Seperti namanya, ayat Kursi adalah satu ayat. Namun ada juga yang perpendapat bahwa ayat kursi adalah ayat-ayat Kursi, lebih dari satu ayat, yaitu tiga ayat: ayat 255, 256 dan 257 surah Al-Baqarah termasuk di antara mereka.

Di antaranya argumennya adalah adanya sejumlah riwayat yang memasukkan dua ayat (256 dan 257) sebagai bagian dari ayat Kursi (255). Selain itu, kandungan tiga ayat ini berkaitan erat satu sama lain.

Namun, menurut riwayat dan bukti ayat Al-Kursi, hanya ayat 255 Baqarah.

Masyhur di kalangan mufasir Syiah bahwa ayat Kursi hanyalah satu ayat, yaitu ayat 255 dari surah Al-Baqarah.[3] Ini artinya dua ayat berikutnya bukan bagian dari ayat Kursi. Argumen mereka dihimpun oleh mufasir sekaligus mufti agung, Ayatullah Agung Nashir Makarim Syirazi, dalam tafsirnya, Al-Amtsal fi Tafsir Al-Qur’an, jil. 2, hal. 227. Beberapa di antaranya adalah berikut ini:

  1. Semua riwayat yang membicarakan keutamaan ayat Kursi hanya menyebutkan satu ayat (255) ini saja.
  2. Ungkapan “kursi” hanya muncul di ayat ini saja. Di beberapa riwayat bahkan diuraikan detail jumlah kata ayat itu, yaitu 50 kata.
  3. Terkait dua ayat setelahnya, memang ada riwayat yang menyebutkan ayat Kursi juga mencakup dua ayat (256 dan 257) setelahnya. Tetapi di riawayat-riwayat tersebut tidak menyebutkan dua ayat itu adalah ayat Kursi.
Baca juga :   Tahukah Anda Siapa Penemu Ilmu Tajwid?
(Visited 10 times, 1 visits today)

Leave a reply