syaikh-mufidBernama lengkap Muhammad ibn Muhammad Nukman Al-Baghdadi, dikenal dengan nama Syaikh Mufid. Ia lahir pada bulan Zul Qa’dah 366 H di daerah pinggiran kota Baghdad. Ia adalah guru Syaikh Thusi dan Sayyid Murtadha Alamul Huda. Ia seorang pakar agung dalam Ilmu kalam dan menyempurnakan pemikiran teologi Syiah hingga mencapai puncaknya.

Syaikh Mufid memiliki keahliah khusus dalam seni debat isu-isu keagamaan dengan berbagai tokoh besar, misalnya dengan Abdul Jabbar, tokoh Muktazilah Baghdad, dan dengan Abu Bakar Baqalani, sesepuh Asy’ariyah. Dicatat dalam buku sejarah bahwa gelar ‘mufid’ (sang pemberi ilmu) diberikan dia yang masih muda oleh seorang tokoh Muktazilah, Ali bin Isa, setelah melakukan perdebataan dengannya.

Syaikh Mufid melahirkan banyak karya yang hingga kini masih menjadi referensi sarjana Muslim. Ada sekitar 200 karyanya, di antaranya: Arkan Fi Da’a’im Al-Din, Al-‘Uyun wa Al-Mahasin, Ushul Al-Fiqh, Al-Kalam di Wujuh I’jaz Al-Qur’an, Tarikh Al-Syari’ah.

Kebanyakan karya Syaikh Mufid adalah dalam rangka menjawab kritik-kritik yang dilontarkan oleh madzhab Islam lain, dan kebanyakan hal-hal yang dibahasnya berkaitan dengan aqidah dan fiqih Syiah.

Misalnya, risalah Al-Muqni’ah merupakan karya fiqih yang komprehensif dan kuat, mirip dengan Al-Tahdzib karya Syaikh Thusi sebagai salah satu dari empat buku induk hadis. Ibn Nadim juga memuji dan mempelajari risalah itu sebagaimana ia ungkapkan dalam makalah kelima dari Al-Fihrist yang berbahas tentang orang yang berbicara tentang Syiah dengan subjek “Ibn Al-Mu’allim” (putra guru besar).

Abu Ya’la Ja’fari, menantu Syaikh Mufid, mengatakan bahwa Syaikh Mufid tidur pendek pada setiap malam, sisanya ia habiskan dengan shalat atau membaca buku atau membaca Al-Quran.

Wafat
Syaikh Mufid meninggal dunia pada 3 Ramadhan 413 H di malam Jum’at di Baghdad, pada usia 75 tahun. Usia yang relatif panjang itu ia dedikasikan untuk mengabdi pada umat dan ilmu pengetahuan. Berbagai penghormatan diberikan oleh para penduduk. Ia juga mendapat penghargaan dan karunia dari para ulama .

Baca juga :   Ayatullah Hussein Fadhullah: Ulama Pejuang Gigih

Di hari wafat Syaikh Mufid, banyak kawan maupun lawan turut serta menyalati dan menangisi kepergiannya. Delapan puluh ribu para warga Syiah turut mengiringi pemakamannya. Dalam shalat Janazah, Sayyid Murtadha Alamul Huda mengimamai shalat. Makamnya terletak di bagian kaki Imam Muhammad Jawad a.s., dekat dengan kuburan gurunya, Ibn Quluweih.

Karya Ilmiah

Syaikh Mufid menulis banyak karya ilmiah di berbagai bidang ilmu pengetahuan agama. Dalam ilmu kalam dan aqidah, ia mengarang Awa’il Al-Muqalat, Syarh Aqa’id Al-Shaduq, Ajwibat Al-Masa’il Al-Suriah, dan Nukat Al-I’tiqadiyah.

Dalam bidang Fiqih, Syaikh Mufid mengarang Al-Muqni’ah. Syaikh memiliki banyak korespondensi dalam masalah-masalah hukum syariat yang kemudian tertuang dalam beberapa karya ilmiah seperti: Al-A’lam, Al-Masa’il Al-Shaghaniyah, Jawabat Ahl Al-Mushil di Al-‘Adad Al-Rawiyah, dan Jawab Ahl Al-Riqah fi Ahl wa Al-‘Adad.

Dalam akhlaq dan etika Islam, Syiakh Mufid menulis Al-Amali, yakni tentang etika Islam dan nilai-nilai keutamaan manusia.

Dalam ilmu-ilmu Hadis juga ia menelorkan banyak karya. Di dalamnya ia meneguhkan pentingnya prinsip imamah, keniscayaan mengikuti Imam Ali a.s. dan kebajikannya. Selain itu, ia juga menerangkan kedudukan Imamat dan filsafat politik dalam islam. Di antara karya tersebut ialah Al-Ifshah fil Al-Imamah, Al-Irsyad, Al-Jamal, Al-Amali, Al-Fushul Al-Mukhtarah dan Tafdhil Amir Al-Mu’minin ala Sa’ir Al-Shahabah.

Syaikh Mufid juga secara khusus menulis karrya tentang kegaiban Imam ke-12, Imam Mahdi a.s. Sebagian isi kitab Al-Irsyad, kitab Al-Fushul Al-‘Asyrah fi Al-Ghaybah, dan Al-Jawabat fi Al-Khuruj Al-Mahdi a.s. ditulis dalam menjelaskan hal-ihwal mengenai Imam Mahdi a.s.

Sumber:
Ensiklopedia Rasyd
Murtadha Muthahari, Khadamat-e Mutaqabel-e Islam va Iran, hlm, 424.

(Visited 4 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*