ahli-kitabShifat Al-Syi’ah adalah buku kecil namun kaya kandungan, karya ilmiah seorang begawan riwayat terkemuka, Syaikh Shaduq. Buku ini menghimpun 71 hadis tentang sifat-sifat seorang syiah, pengikut Ahlul Bait a.s.

Bila menengok sejarah, masa Syaiikh Shaduq bertepatan dengan melemahnya pusat pemerintahan Islam dan para khalifah-khalifah Dinasti Abbasiyah, sementara pemerintahan-pemerintahan Syiah seperti: Thahiriyah, Shafariyah, Fathimiyah, Alawiyah dan, khususnya, Daylamiyah mengalami perkembangan dan kemajuan.

Abu Ja’far Muhammad bin Ali terkenal dengan Syaikh Shaduq adalah pendiri fiqih Syiah dan muhaddis besar yang abad 4 H. Ia lahir di kota Qom. Ayahnya, Ali bin Husein bin Musa bin Babuweih Qumi, adalah ulama dan faqih yang paling menonjol masa itu. Syaikh Shaduq menghabiskan masa mudanya dalam medan ilmu dan akhlaq, taqwa dan zuhud di bawah bimbingan sang ayah. Ia mendapatkan ilmu dan pengetahuan dengan bakat luar biasanya. Sebelum masuk usia 20 tahun, ia sudah meriwayatkan hadis dan riwayat, menghapal juga mengamalkannya.

Syaikh Shaduq sampai usia 23 tahun hidup di masa kegaiban kecil Imam Mahdi a.s. dan ia sempat semasa dengan dua wakil beliau. Ia pergi ke Baghdad pada tahun 355 H. Di sana ia menyimak dan meriwayatkan banyak hadis dari banyak pemuka dan ulama. Seperti yang dikatakan oleh Syeikh Hur Al-Amili dan ulama besar lainnya, tidak ada ulama yang sepadan dengannya dalam penguasaan ilmu agama, hafalan dan periwayatan hadis.

Syeikh menulis banyak karya ilmiah yang jumlahnya mencapai kurang lebih 300 buku dan banyak menjadi referensi para ulama dan peneliti. Di antara adikaryanya ialah buku hadis ketuhanan Al-Tawhid, buku hadis hukum Man La Yahdhuruhu Al-Faqih. Karya lainnya adalah Ma’ani Al-Akhbar,Al-Khishash, ‘Ilal Al-Syara’i, termasuk buku Shifat Al-Syi’ah.

Baca juga :   Nahj al-Balāghah

Buku kecil “Shifat Al-Syi’ah” ini adalah gambaran umum tentang orang-orang Syiah, yakni wajah ideal layaknya orang Syiah yang diharapkan oleh para imam mereka. Salah satu hadis tersebut berbunyi bahwa Imam Ja’far Al-Shadiq a.s. berkata, “Bukanlah dari syiahku orang yang mengingkari empat perkara ini: mikraj, pertanyaan dalam kubur, penciptaan surga dan neraka, dan syafaat.”

(Visited 6 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*