ahli-kitabSebagai salah satu sumber hukum agama, hadis penempati posisi khusus di samping Al-Quran. Oleh karena itu, perhatian Nabi SAW terhadap hadis dan apa saja yang ditinggalkannya untuk umat sangatlah besar. Hal ini dapat diamati dalam beberapa poin berikut:

1. Budaya Belajar-mengajar dalam Islam
Mencermati perhatian Islam yang sedemikian besar, sebagaimana diperlihatkan oleh kaum Muslimin juga juga digambarkan dalam ayat-ayat dan riwayat, terhadap pentingnya budaya belajar-mengajar, maka tidaklah semudah itu mencoba mengklaim bahwa Nabi SAW telah lalai terhadap sunnah dan hadis yang merupakan sumber kedua dari ajaran Agama Islam dan juga mengklaim bahwa beliau tidak punya perhatian penuh terhadapnya.

2. Perhatian Nabi SAW dalam Menebarkan Hadis
Sabda yang disampaikan Nabi SAW pada peristiwa pelaksanaan haji Wada’ (perpisahan) menyebutkan, “Barangsiapa dari umatku menghafal empat puluh hadis …”, dan juga sabda beliau di persitiwa yang sama, “Hendaknya orang yang hadir menyampaikannya kepada orang yang tidak hadir!”, merupakan salah satu bukti nyata bahwa Nabi SAW memiliki perhatian yang sangat besar terhadap penyebaran hadis.

3. Perhatian Nabi SAW terhadap Penulisan Hadis
Terkait poin ini, ada dua hal penting yang harus dijelaskan:
a) Nabi SAW, melalui para sahabat beliau, menginginkan supaya mereka tidak hanya mengandalkan kekuatan hafalannya dalam menjaga hadis, akan tetapi hendaknya mereka juga mencatat dan menuliskan hadis-hadis tersebut.
b) Munculnya sebagian tulisan-tulisan hadis di masa hidup Nabi SAW seperti: al-shahifah al-shadiqah, menunjukkan bahwa penulisan hadis pada masa itu sudah mendapat perhatian yang cukup signifikan. [RED]

Sumber: Ali Nashiri, Talkhish-e Asyna’i ba Ulum-e Hadits, jld. 1, Markaz-e Mudiriyyat, Qom, 1423 H.

(Visited 2 times, 1 visits today)
Baca juga :   Antara Hadis, Sunnah, Riwayat, Kabar dan Asar
Tags: ,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*