Mmembaca_quranasa turunnya al-Quran secara bertahap selama dua puluh tahun, dimulai tiga tahun setelah bi’tsah, hingga akhir hayat Rasulullah saw. Abu Ja’far Muhammad bin Ya’qub Kulaini Razi (w. 328) menyebut sebuah hadis, bahwa Hafsh bin Ghiyats bertanya kepada Imam Ja’far Shadiq, “Masa turunnya al-Quran adalah dua puluh tahun. Mengapa Allah berfirman, Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan al-Quran?” (Ushul al-Kafi, jld. 2, hlm. 628, hadis ke-6.).

Muhammad bin Mas’ud Ayyasyi Samarqandi (w. 320) menukil dari Ibrahim bin Umar Shan’ani yang bertanya kepada Imam Ja’far Shadiq, “Bagaimanakah al-Quran bisa diturunkan pada bulan Ramadhan, jika ia diturunkan dalam tempo dua puluh tahun?” (Tafsir al-Ayyasyi, jld. 1, hlm. 80, hadis ke-184).

Ali bin Ibrahim Qomi meriwayatkan bahwa Imam Ja’far Shadiq ditanya, “Bagaimanakah al-Quran bisa diturunkan pada bulan Ramadhan, sedangkan ia diturunkan sepanjang dua puluh tahun?” (Tafsir al-Qomi, jld. 1, hlm. 66).

Dalam riwayat-riwayat tersebut Imam Ja’far Shadiq menjelaskan, “…kemudian ia diturunkan dalam kurun waktu dua puluh tahun…” Pendapat ini di pilih oleh Ibnu Babwaih Shaduq, (Syekh Shaduq, Al-I’tiqadat, hlm. 101), Allamah Majlisi (Bihar al-Anwar, jld. 18, hlm. 250-253), Sayid Abdullah Syubbar (Tafsir Syubbar, hlm. 350), dan ulama yang lain (Jalaluddin Suyuthi, Al-Itqan fi Ulum al-Quran, jld. 1, hlm. 40).

Said bin Musayyib (w. 95 H), salah seorang fuqaha sab’ah (tujuh fakih) Madinah terkemuka dari kalangan tabi’in, berkata, “Al-Quran diturunkan kepada Rasulullah saw ketika beliau berusia 42 tahun” (Ali bin Ahmad Wahidi Neisyaburi, Al-Mustadrak ala ash-Shahihain, jld. 2, hlm. 610). Pernyataan ini berbeda dengan bi’tsah yang disepakati seluruh umat bahwa usia beliau saat itu adalah 40 tahun.

Baca juga :   Apakah Mushaf Fathimah itu Al-Quran?

Wahidi Neisyaburi menukil dari Amir bin Syurahbil Sya’bi, salah seorang fukaha dan sastrawan tabi’in (20-109 H) yang berkata, “Masa turunnya al-Quran kurang lebih dua puluh tahun” (Ali bin Ahmad Wahidi Neisyaburi, Asbab Al-Nuzul, hlm. 3).

Imam Ahmad bin Hanbal menukil dari pendapat ini, dia berkata, “Kenabian beliau saw pada usia 40 tahun dan tiga tahun kemudian, al-Quran diturunkan, berangsur-angsur selama dua puluh tahun.”

Abul Fida’ yang dikenal dengan sebutan Ibnu Katsir berkata, “Seluruh sanad riwayat ini adalah sahih” (Ibnu Katsir, Al-Bidayah wa an-Nihayah fi At-Tarikh, jld. 3, hlm. 4; Al-Itqan, jld. 1, hlm. 45; Thabaqat Ibn Sa’d, jld. 1, hlm. 127.).

Abu Ja’far Thabari meriwayatkan dari Ikrimah bahwa Ibnu Abbas berkata, “Al-Quran, dari awal sampai akhir, diturunkan dalam rentang waktu dua puluh tahun” (Tafsir ath-Thabari, jld. 2, hlm. 85).

Abul Fida’ Ismail bin Katsir Dimasyqi (w. 774 H) mengutip hadis yang di sadur dari Muhammad bin Ismail Bukhari bahwa Ibnu Abbas dan Aisyah berkata, “Al-Quran turun di Mekkah selama sepuluh tahun dan di Madinah selama sepuluh tahun.” Beliau juga meriwayatkan dari Abu Ubaid Qasim bin Salam bahwa masa turunnya al-Quran adalah dua puluh tahun, beliau berkata, “Ini adalah sanad yang sahih” (Ibnu Katsir, Fadhail al-Quran, hlm. 2: Muhammad Hadi Ma’rifat, Tarikh Al-Qur’an, Majma Jahani Ahl Al-Bait, Qom, 1388 HS).

(Visited 4 times, 1 visits today)
Tags: ,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*