Studi Keislaman

Kutub Arba’ah, Empat Kitab Induk (2): Kritik atas Al-Kafi

Kutub Arba’ah, Empat Kitab Induk (2): Kritik atas Al-Kafi

Meskipun kitab Al-Kafi mengandung riwayat-riwayat shahih dan bermanfaat, namun sangat disayangkan, karena tetap tidak terlepas dari hadis-hadis non shahih. Hal itu dikarenakan hadis-hadis Al-Kafi dan Kutub Arba’ah lainnya (Al-Faqih, Al-Istibshar, dan Tahdzib) bersumber dari kitab-kitab atau catatan-catatan terdahulu yang disebut dengan “Ushul Arba’ Miah”. Dengan[Selengkapnya…]

by Maret 9, 2017 0 comments Ilmu Hadis
Islam dan Sekularisme (1): Pengertian

Islam dan Sekularisme (1): Pengertian

Dalam makna ghalib terpisahnya agama dari skala politik dan pemerintahan, Sekularisme dianggap sebagai salah satu ajaran Kristen. Selama beberapa abad, pemikiran ini berkuasa di dunia Barat. Adakah relevansi antara ajaran Sekularisme dengan agama Kristen, bukan persoalan yang akan dibahas buku ini. Yang menjadi fokus buku[Selengkapnya…]

by Maret 8, 2017 0 comments Kalam
Kutub Arba’ah; Empat Kitab Induk (1): Al-Kafi

Kutub Arba’ah; Empat Kitab Induk (1): Al-Kafi

Kutub Arba’ah adalah karya-karya fenomenal dari tokoh-tokoh kaliber Syiah. Mereka dikenal dengan ketsiqahan, kemuliaan dan keilmuan yang tinggi dalam berbagai cabang, di antaranya ilmu hadis. Tidak diragukan lagi bahwa Kutub Arba’ah menjadi kepercayaan dan sandaran seluruh ulama Syiah sepanjang masa. Pertanyaannya, apakah seluruh riwayat kitab-kitab[Selengkapnya…]

by Maret 6, 2017 0 comments Ilmu Hadis
Dinamika Sejarah dalam Al-Quran

Dinamika Sejarah dalam Al-Quran

Apakah sejarah manusia mempunyai kecenderungan atau garis gerak tertentu? Apakah dinamika sejarah manusia diatur oleh hukum-hukum tertentu? Apakah hukum-hukum yang membentuk sejarah manusia? Bagaimana sejarah manusia berawal, dan bagaimana ia berkembang? faktor-faktor apa yang berpengaruh secara efektif Jalam teori tentang sejarah? Apakah peran manusia dalam[Selengkapnya…]

by Februari 10, 2017 0 comments Tafsir
Muhasabah: Mawas Diri (2)

Muhasabah: Mawas Diri (2)

Boleh dikata bahwa subyek evaluasi jiwa adalah akal. Akal bukanlah jiwa. Tapi pada kenyataannya, perbedaaan antara akal dan jiwa hanya bersifat analisis semata, karena pada realitas obyektifnya, jiwa dalam kesatuannya yang utuh mencakup semua potensi. Jadi pada hakikatnya, jiwa memang bisa melakukan introspeksi. Lantas bagaimana[Selengkapnya…]

by Februari 9, 2017 0 comments Studi Keislaman
Muhasabah: Mawas Diri (1)

Muhasabah: Mawas Diri (1)

Muhasabah (introspeksi) merupakan jenjang yang disebut-sebut datang setelah jenjang taubat. Artinya, setelah manusia bertaubat maka dia konsisten berinterospeksi, mawas diri dan mengevaluasi keadaan dirinya demi melestarikan keutuhan dan kesejatian taubatnya (Khajeh Anshari, Manazil al-Sa’irin, bab 3, Permulaan). Namun demikian, taubat dan muhasabah sebenarnya berinteraksi satu[Selengkapnya…]

by Februari 8, 2017 0 comments Tasawuf
Hakikat Jiwa dan Tingkatannya dalam Dialog Filosofis Imam Ali a.s.

Hakikat Jiwa dan Tingkatannya dalam Dialog Filosofis Imam Ali a.s.

Suatu hari, Kumail bin Ziyad bertanya kepada Ali bin Abi Thalib a.s., “Hai Amirul mukminin! Definisikanlah kepadaku pengertian jiwa (nafs) agar aku mengetahuinya.” Ali as. berkata, “Hai Kumail! Jiwa yang mana yang engkau maksudkan?” Kumail berkata, “Tuanku, apakah jiwa itu lebih dari satu?” Ali a.s.[Selengkapnya…]

by Januari 27, 2017 0 comments Filsafat
Ilmu Hudhuri dan Interpretasi Wahdat al-Wujud

Ilmu Hudhuri dan Interpretasi Wahdat al-Wujud

Oleh: Mahdi Hairi Yazdi Makna Rangkap tentang “Kehadiran” Kita telah sampai pada pemahaman bahwa apapun yang benar bagi emanasi juga benar bagi penyerapan, dan apapun yang berpaku pada penyerapan juga berlaku pada emanasi. Kita juga telah tahu bahwa Tuhan mengetahui melalui kehadiran apa yang telah[Selengkapnya…]

by Januari 26, 2017 0 comments Tasawuf
Di mana Allah? Ini Jawaban Ali bin Abi Thalib

Di mana Allah? Ini Jawaban Ali bin Abi Thalib

Di mana Allah? Allah ada di mana? Kerap kita bertanya atau ditanya seperti ini. Biasanya kita membayangkan Allah ada di langit sana, di atas sana, seolah dia berada di suatu tempat. Pertanyaan ini sudah lama digelontorkan berulang kali. Ada sejumlah riwayat yang memuat pertanyaan ini,[Selengkapnya…]

by Januari 25, 2017 0 comments Kalam
Dialektika Wahyu Tuhan dan Nalar Manusia

Dialektika Wahyu Tuhan dan Nalar Manusia

Disadari sepenuhnya atau tidak, setiap orang merasa unggul di atas makhluk lain. Yakni, dan memang demikian, manusia diciptakan Tuhan secara istimewa di atas semua makhluk lain. Nilai wujud manusia terletak bukan dari sisi kodrat penciptaan semata, tetapi pada tujuan pencipataannya, yaitu mengenal pencipta dan mengabdi[Selengkapnya…]

by Januari 24, 2017 0 comments Kalam